Tidak Bisa Menahan Kencing, Waspada Inkontinensia Urin
doktersehatdotcom.blogspot.com – Seringkali pada orang lansia, terutama perempuan, mengeluhkan tidak
mampu menahan kencing sehingga mengompol. Ketidakmampuan menahan kencing
seringkali didahului oleh bersin, tertawa kencang atau batuk. Dalam
bidang kedokteran, ketidakmampuan menahan keluarnya urin disebut sebagai
inkontinensia urin.
Inkontinensia urin dapat menimbulkan masalah fisik maupun psikososial. Keluarnya urin yang tidak dapat dikendalikan bisa menyebabkan penderitanya jatuh karena terpeleset urinnya sendiri dan berisiko mengalami infeksi kulit karena kulit yang lembab akibat urin. Penderita juga mungkin merasa malu dan kurang percaya diri karena takut bila mengompol di tempat umum. Hal ini dapat memicu terjadinya depresi di kemudian hari.
Inkontinensia urin dapat bersifat sesaat/akut maupun menetap/kronis. Inkontinensia akut akan menghilang setelah penyebab yang mendasarinya teratasi. Penyebab inkontinensia akut adalah:
Jika menemukan keadaan ini pada diri atau kerabat Anda. Segera konsultasikan pada dokter sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat. Pada inkontinensia akut, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghentikan infeksi atau menghentikan pemberian obat-obatan tertentu yang mungkin menyebabkan terjadinya inkontinensia. Sedangkan pada inkontinensia kronik, penatalaksanaannya tergantung dengan tipe inkontinensianya, dapat berupa:
Inkontinensia urin dapat menimbulkan masalah fisik maupun psikososial. Keluarnya urin yang tidak dapat dikendalikan bisa menyebabkan penderitanya jatuh karena terpeleset urinnya sendiri dan berisiko mengalami infeksi kulit karena kulit yang lembab akibat urin. Penderita juga mungkin merasa malu dan kurang percaya diri karena takut bila mengompol di tempat umum. Hal ini dapat memicu terjadinya depresi di kemudian hari.
Inkontinensia urin dapat bersifat sesaat/akut maupun menetap/kronis. Inkontinensia akut akan menghilang setelah penyebab yang mendasarinya teratasi. Penyebab inkontinensia akut adalah:
- Delirium, penurunan kesadaran
- Retensi urin akibat suatu penyakit yang mendasari
- Infeksi saluran kemih
- Poliuria (sering kencing) akibat efek samping obat-obatan
- Tipe urgensi (overactive bladder)
- Tipe stres
- Tipe overflow
- Tipe fungsional
- Tipe campuran
Jika menemukan keadaan ini pada diri atau kerabat Anda. Segera konsultasikan pada dokter sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat. Pada inkontinensia akut, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghentikan infeksi atau menghentikan pemberian obat-obatan tertentu yang mungkin menyebabkan terjadinya inkontinensia. Sedangkan pada inkontinensia kronik, penatalaksanaannya tergantung dengan tipe inkontinensianya, dapat berupa:
- Latihan otot dasar panggul
- Bladder training
- Jadwal berkemih
- Pembedahan untuk menghilangkan sumbatan
- Kateterisasi
- Obat-obatan: antikolinergik, agonis alfa
- Manipulasi lingkungan, intervensi perilaku, penggunaan popok
No comments:
Post a Comment