Mengenal Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi
doktersehatdotcom.blogspot.com – Kontrasepsi adalah suatu upaya untuk mencegah terjadinya kehamilan
setelah adanya hubungan seksual antara pria dan wanita. Kontrasepsi
diperlukan dalam merencanakan, mengatur, dan menunda kehamilan. Seperti
yang diketahui, 4 terlalu yang diperkenalkan oleh BKKBN: (1) Terlalu
muda; (2) Terlalu tua; (3) Terlalu banyak; dan (4) jarak Terlalu dekat,
berisiko terhadap kehamilan maupun kesehatan fisik serta sosial janin di
kemudian hari. Beberapa alat kontrasepsi juga bermanfaat untuk mencegah
terjadinya penularan infeksi menular seksual. Dalam artikel ini, akan
dibahas bermacam-macam jenis metode dan alat kontrasepsi.
Kontrasepsi dapat dilakukan dengan metode alamiah maupun dengan alat. Metode alamiah yang paling sering digunakan adalah kalender atau pantang berkala. Caranya dengan menghindari hubungan seksual pada masa ovulasi, kira-kira 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Sedangkan metode yang paling mudah adalah dengan melakukan koitus interuptus, yaitu mengeluarkan penis dari vagina saat akan ejakulasi sehingga ejakulasi terjadi di luar vagina.
Contoh lain dari metode kontrasepsi alamiah adalah ovulation billing dan pengukuran suhu basal. Cara kerja keduanya didasarkan pada perubahan fisiologis tubuh wanita saat keadaan ovulasi. Ovulation billing dilakukan dengan cara menilai konsistensi cairan keputihan pada masa ovulasi. Ovulasi ditandai dengan cairan yang encer, jernih, dan licin seperti putih telur. Pengukuran suhu basal merupakan pengukuran suhu tubuh saat bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, saat ovulasi biasanya suhu tubuh akan naik sekitar 0,2oC selama tiga hari berturut-turut.
Keuntungan dari metode alamiah ini adalah murah dan tidak adanya efek samping yang perlu dikhawatirkan. Namun, kekurangannya adalah risiko kegagalan cukup tinggi bila tidak dilakukan secara tertib dan tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual.
Metode kontrasepsi dengan alat, dibagi menjadi dua menurut cara kerjanya, yaitu hormonal dan non hormonal. Kontrasepsi hormonal dapat menggunakan alat seperti pil, suntik, implan, maupun AKDR yang mengandung hormon. Sedangkan kontrasepsi non hormonal yang paling sering dipakai antara lain kondom, AKDR, dan Kontap.
Kontrasepsi hormonal dibagi lagi menurut jenis hormon yang digunakan, yaitu kombinasi estrogen dan progestin atau progestin saja. Kontrasepsi hormonal kombinasi tersedia dalam bentuk pil dan suntik satu bulan. Secara umum, cara kerjanya adalah dengan menekan terjadinya ovulasi, mencegah implantasi sel telur yang sudah dibuahi pada rahim, mengentalkan lendir serviks, dan mengganggu pergerakan silia tuba.
Kelebihan:
Kelebihan:
Kelebihan:
Kelebihan:
Kelebihan:
Alat kontrasepsi non hormonal atau yang biasa disebut alat kontrasepsi mekanik yang paling sering digunakan di Indonesia adalah kondom dan AKDR. Selain itu, masih banyak jenis lainnya.
Kelebihan:
Kelebihan:
Kelebihan:
Kontrasepsi dapat dilakukan dengan metode alamiah maupun dengan alat. Metode alamiah yang paling sering digunakan adalah kalender atau pantang berkala. Caranya dengan menghindari hubungan seksual pada masa ovulasi, kira-kira 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Sedangkan metode yang paling mudah adalah dengan melakukan koitus interuptus, yaitu mengeluarkan penis dari vagina saat akan ejakulasi sehingga ejakulasi terjadi di luar vagina.
Contoh lain dari metode kontrasepsi alamiah adalah ovulation billing dan pengukuran suhu basal. Cara kerja keduanya didasarkan pada perubahan fisiologis tubuh wanita saat keadaan ovulasi. Ovulation billing dilakukan dengan cara menilai konsistensi cairan keputihan pada masa ovulasi. Ovulasi ditandai dengan cairan yang encer, jernih, dan licin seperti putih telur. Pengukuran suhu basal merupakan pengukuran suhu tubuh saat bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apapun, saat ovulasi biasanya suhu tubuh akan naik sekitar 0,2oC selama tiga hari berturut-turut.
Keuntungan dari metode alamiah ini adalah murah dan tidak adanya efek samping yang perlu dikhawatirkan. Namun, kekurangannya adalah risiko kegagalan cukup tinggi bila tidak dilakukan secara tertib dan tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi menular seksual.
Metode kontrasepsi dengan alat, dibagi menjadi dua menurut cara kerjanya, yaitu hormonal dan non hormonal. Kontrasepsi hormonal dapat menggunakan alat seperti pil, suntik, implan, maupun AKDR yang mengandung hormon. Sedangkan kontrasepsi non hormonal yang paling sering dipakai antara lain kondom, AKDR, dan Kontap.
Kontrasepsi hormonal dibagi lagi menurut jenis hormon yang digunakan, yaitu kombinasi estrogen dan progestin atau progestin saja. Kontrasepsi hormonal kombinasi tersedia dalam bentuk pil dan suntik satu bulan. Secara umum, cara kerjanya adalah dengan menekan terjadinya ovulasi, mencegah implantasi sel telur yang sudah dibuahi pada rahim, mengentalkan lendir serviks, dan mengganggu pergerakan silia tuba.
- Pil
Kelebihan:
- Efektivitas cukup tinggi
- Siklus haid relatif lebih teratur, nyeri haid berkurang
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kesuburan cepat kembali saat konsumsi obat dihentikan
- Mahal
- Bosan karena harus dikonsumsi setiap hari
- Tidak boleh digunakan oleh ibu menyusui karena mengurangi produksi ASI
- Dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga tidak dianjurkan pada wanita berusia >35 tahun, dengan tekanan darah tinggi, riwayat stroke, dan riwayat penyakit jantung
- Suntikan kombinasi
Kelebihan:
- Sangat efektif
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Efek jangka menengah
- Perubahan pola haid
- Mual, sakit kepala, nyeri payudara
- Harus kembali ke layanan kesehatan setiap jadwal penyuntikan
- Kembalinya kesuburan setelah penghentian dapat terlambat
- Tidak dapat digunakan oleh wanita menyusui, >35 tahun, dengan tekanan darah tinggi, riwayat stroke, dan riwayat penyakit jantung
- Pil progestin (minipil)
Kelebihan:
- Sangat efektif bila dikonsumsi dengan benar
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Kesuburan cepat kembali
- Gangguan haid
- Pil harus diminum secara teratur atau risiko kegagalan menjadi besar
- Suntikan progestin
Kelebihan:
- Efektivitas tinggi
- Efek jangka menengah
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak berpengaruh terhadap penyakit jantung dan pembekuan darah
- Tidak berpengaruh terhadap produksi ASI
- Gangguan haid (siklus tidak teratur, menoragia, spotting/flek)
- Harus kembali ke layanan kesehatan saat jadwal penyuntikan
- Meningkatnya berat badan
- Kesuburan dapat kembali kurang lebih 4 bulan setelah penghentian
- Implan
Kelebihan:
- Sangat efektif
- Efek jangka panjang
- Kesuburan dapat kembali setelah dicabut
- Tidak mengganggu hubungan seksual
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Gangguan haid
- Mual, muntah, nyeri kepala
- Untuk menghentikan penggunaan harus dilakukan cabut implan di layanan kesehatan
- Kontrasepsi darurat
- Kesalahan pemakaian alat kontrasepsi: kondom bocor atau lepas, diafragma sobek, salah hitung masa subur, lepasnya AKDR, lupa minum pil KB >2 hari, terlambat suntik KB 1 bulan >1 minggu, terlambat suntik KB 3 bulan >2 minggu
- Perempuan korban perkosaan kurang dari 72 jam
Alat kontrasepsi non hormonal atau yang biasa disebut alat kontrasepsi mekanik yang paling sering digunakan di Indonesia adalah kondom dan AKDR. Selain itu, masih banyak jenis lainnya.
- Kondom
Kelebihan:
- Cukup efektif bila digunakan secara rutin
- Mencegah infeksi menular seksual
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Tidak memiliki efek sistemik
- Murah dan mudah didapat
- Kadang menimbulkan rasa tidak nyaman selama hubungan seksual
- AKDR
Kelebihan:
- Efektivitas tinggi hingga 99%
- Efektif segera setelah pemasangan
- Tahan lama (5 tahun)
- Tidak ada efek samping hormonal dan tidak mengganggu produksi ASI
- Tidak mempengaruhi hubungan seksual
- Siklus haid tidak teratur
- Haid lama dan banyak
- Spotting/ flek
- Nyeri haid
- Kontap
Kelebihan:
- Sangat efektif
- Tidak ada perubahan fungsi seksual
- Cocok untuk ibu yang bila terjadi kehamilan akan membahayakan nyawanya
- Walaupun kini dapat dilakukan rekanalisasi, namun perlu diperhatikan sifatnya yang permanen.
No comments:
Post a Comment