Stop Konsumsi Minuman Terkontaminasi, Ini Dia Akibatnya
doktersehatdotcom.blogspot.com – Mengkonsumsi minuman bersih dan terbebas dari kuman adalah kebutuhan
pokok setiap orang. Namun demikian ternyata tidak semua dari kita bisa
memiliki kesempatan mengkonsumsi minuman yang layak dan bersih.
Mengkonsumsi minuman yang terkontaminasi tentunya menimbulkan dampak
yang tidak baik untuk tubuh.
Penelitian terbaru yang dilakukan di desa di Bangladesh mengungkapkan pentingnya kualitas air yang baik secara mikrobiologi bagi kesehatan. Penelitian tersebut melihat hubungan antara air minum yang terkontaminasi Escherichia coli dengan prevalensi diare pada anak.
Penelitian terbaru yang dilakukan di desa di Bangladesh mengungkapkan pentingnya kualitas air yang baik secara mikrobiologi bagi kesehatan. Penelitian tersebut melihat hubungan antara air minum yang terkontaminasi Escherichia coli dengan prevalensi diare pada anak.
Penelitian prospektif ini melihat pada
anak dengan usia dibawah 3 tahun pada 50 desa di Bangladesh. Pemantauan
pada komunitas mengunjungi tiap rumah tangga tiap bulannya untuk
mencatat apakah anak-anak tersebut mengalami diare selama 2 hari
sebelumnya. Sampel air minum diambil dari tiap rumah tiap 3 bulan.
Konsentrasi Escherichia coli pada sampel air minum ditentukan dari filtrasi membran.
Hasil penelitian didapatkan sebanyak 59% sampel air minum yang dikumpulkan ternyata terkontaminasi dengan Escherichia coli
dan dari wawancara ibu yang mengatakan bahwa anak mereka mengalami
diare sebanyak 9,5%. Penelitian ini dianalisis dan ternyata diperoleh
bahwa terdapat hubungan antara kontaminasi Escherichia coli pada air minum dengan meningkatnya prevalensi diare pada anak.
Penelitian ini semakin membuktikan bahwa
minuman yang terkontaminasi sebaiknya jangan diberikan kepada anak.
Usaha untuk meningkatkan kontrol mikrobiologis terhadap air minum perlu
dilakukan karena dapat membantu mencegah risiko anak mengalami diare.
Beberapa daerah di Indonesia masih memerlukan air minum yang layak
dikonsumsi karena sulitnya akses, tidak adanya kontrol mikrobiologi yang
baik, kurangnya sumber daya.
Beberapa rumah tangga masih memiliki
pengelolaan air minum yang kurang baik, hal ini bisa dikarenakan sumber
air yang kurang memenuhi syarat atau kurangnya pengetahuan tentang
pengelolaan air. Saat ini banyak sekali produk yang dijual yang
menawarkan alat untuk mengurangi kontaminasi air minum. Alat ini dapat
anda gunakan untuk menurunkan risiko kontaminasi air minum namun
tentunya anda harus melihat terlebih dahulu kualitas produk agar tidak
salah dalam memilih.
No comments:
Post a Comment