Tesahss

Aaas

Tesahss

Tes

Recomended View Post

loading...

Tuesday, May 10, 2016

Mereka Yang Beresiko Terkena TBC - doktersehatdotcom.blogspot.com


shutterstock_327851312 copy

Mereka Yang Beresiko Terkena TBC

doktersehatdotcom.blogspot.com – Pakar kesehatan di tanah air maupun di seluruh dunia telah mengungkapkan betapa berbahayanya penyakit TBC. Bahkan, tercatat, di Indonesia sendiri TBC telah menjadi salah satu penyakit yang paling mematikan. Yang mengerikan adalah, TBC tidak mengenal usia maupun jenis kelamin. Banyak anak-anak kecil yang terserang TBC dan beresiko kehilangan nyawa jika tidak dirawat dengan benar. Sebenarnya, siapa sajakah yang memiliki resiko besar terkena TBC?
Pakar kesehatan menyebutkan jika TBC memiliki kecenderungan menyerang mereka dengan sistem imunitas tubuh yang lemah. Namun, beberapa orang yang memiliki beberapa kebiasaan buruk layaknya hobi merokok atau menjadi perokok pasif di lingkungan perokok ternyata memiliki resiko tinggi terkena TBC atau bahkan kanker. Bahkan, tercatat para perokok akan memiliki resiko terkena TBC hingga 2,2 kali lebih besar dari orang normal. Selain karena kandungan beracun dari asap rokok, jika seseorang tinggal di area yang cenderung lembab dan jarang terkena sinar matahari, maka resiko mendapatkan penyakit TBC juga sangat tinggi. Pakar kesehatan menyebutkan jika idealnya kita tinggal pada rumah atau bangunan dengan kelembaban maksimal 60 persen dan suhu udara sekitar 22-30 derajat Celcius.
Seringkali faktor resiko penyebab munculnya penyakit TBC dipengaruhi oleh bentuk atau kondisi rumah seseorang. Sebagai contoh, jika sebuah rumah jarang sekali dibersihkan seihngga penuh dengan debu dan kotoran, maka kondisi ini bisa menyebabkan penyakit TBC. Rumah yang terlalu kecil, dimana setiap penghuni rumah bisa merasa pengap, kurang nyaman, hingga sulit bergerak ternyata juga bisa membuat resiko terkena TBC meningkat. Untuk menghindari TBC, penghuni rumah tentu harus rajin membuka ventilasi agar udara bisa bersirkulasi dengan lebih baik dan sinar matahari pun akan bisa memasuki ruangan dan melenyapkan berbagai kuman dan bakteri, khususnya yang bisa menyebabkan munculnya TBC.

Ladies, Kenali Bau Vagina Ini Untuk Kesehatan - doktersehatdotcom.blogspot.com


shutterstock_91056722 copy

Ladies, Kenali Bau Vagina Ini Untuk Kesehatan

doktersehatdotcom.blogspot.com – Bagi kaum hawa, organ vital adalah salah satu bagian tubuh yang harus dijaga kesehatannya dengan baik. Bagaimana tidak, jika organ vital selalu berada dalam kondisi yang kurang bersih atau sering terkena kelembaban berlebihan, maka area vagina wanita pun beresiko terkena berbagai macam bakteri atau bahkan penyakit. Seringkali tanda-tanda dari adanya vagina terkena bakteri atau serangan penyakit adalah dengan memberikan bau yang khas yang terkadang bisa sangat menyengat. Wanita pun harus lebih baik dalam mengenali bau yang dikeluarkan oleh vaginanya.
Ada beberapa wanita yang melaporkan jika vaginanya mengeluarkan bau yang cenderung menyengat layaknya ikan. Jika hal ini terjadi pada vagina kita, maka kita harus mewaspadai adanya masalah keputihan. Selain mengeluarkan bau menyengat, keputihan juga bisa mengeluarkan warna keputihan yang tidak normal layaknya warna hijau yang tentu saja harus segera diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis yang baik.
Terdapat beberapa bau vagina yang sangat tidak normal layaknya ada bau khas jamur yang ternyata disebabkan oleh banyaknya jamur, kuman, dan bakteri di area vagina karena vagina terlalu lembab sehingga menimbulkan bau ini. Selain itu, vagina juga bisa berbaru layaknya zat klorin. Meskipun terlihat aneh, hal ini ternyata wajar-wajar saja dan tidak perlu dikhawatirkan.
Vagina juga bisa mengeluarkan bau layaknya darah, khususnya jika fase menstruasi tiba. Pakar kesehatan menyebutkan jika hal ini adalah sesuatu yang normal dan jika terjadi sesuai dengan siklus menstruasi, maka vagina justru bisa dianggap sedang dalam kondisi yang sehat. Selain itu, kadangkala vagina juga mengeluarkan bau yang cenderung manis layaknya buah-buahan. Hal ini ternyata sering disebabkan oleh kebiasaan kita mengkonsumsi buah-buahan sehat layaknya nanas anggur, atau bahkan jeruk. Hal ini berarti vagina juga berada dalam kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan.

Jangan Takut, Olahraga Tidak Akan Membuat Wanita Kekar - doktersehatdotcom.blogspot.com


shutterstock_293243687 copy

Jangan Takut, Olahraga Tidak Akan Membuat Wanita Kekar

doktersehatdotcom.blogspot.com – Terdapat sebuah mitos yang berkembang luas bagi kaum hawa dimana beberapa jenis olahraga, khususnya olahraga angkat beban akan membuat otot-ototnya menjadi besar dan badannya pun terlihat kekar. Berbeda dengan sebagian besar pria, banyak wanita yang tidak ingin bentuk tubuhnya berubah menjadi kekar hanya karena mereka rajin berolahraga berat layaknya angkat beban. Tak percaya? Jika kita mau mencermati, olahraga yang terkesan cocok bagi wanita adalah yoga, senam, atau setidaknya lari. Angkat beban sepertinya tidak pernah menjadi rekomendasi oleh sebagian besar pakar kesehatan.
Kaum hawa memiliki resiko besar memiliki lengan yang mengendur sehingga menyebabkan munculnya selulit. Untuk menurunkan resiko ini, wanita tentu harus rajin melakukan olahraga angkat beban sehingga lengan bisa menjadi kencang. Namun, tak perlu khawatir, angkat beban ternyata tidak akan membuat wanita menjadi kekar meskipun olahraga ini dilakukan dengan rutin. Hal ini disebabkan oleh satu perbedaan signifikan pada tubuh wanita dan juga tubuh pria dimana tubuh wanita tidak memiliki hormon testosteron sebanyak yang pria miliki. Hormon testosteron inilah yang berperan besar menyebabkan otot-otot tubuh semakin membesar.
Dengan adanya fakta ini, berarti wanita kini tidak perlu khawatir jika tubuhnya akan menjadi lebih kekar hanya karena melakukan olahraga angkat berat. Pakar kesehatan menyebutkan jika kita melihat wanita yang menjadi kekar karena faktor olahraga, maka bisa jadi wanita ini mengkonsumsi minuman, suplemen, hingga obat-obatan khusus yang akhirnya memicu tubuh menjadi lebih kekar. Jika kita adalah wanita yang hanya rutin melakukan olahraga dan tidak mengkonsumsi makanan-makanan tersebut, maka kemungkinan otot menjadi lebih besar pun sangat minim. Hal ini berarti, kini wanita tak perlu ragu lagi melakukan olahraga angkat beban yang bisa mengencangkan lengan.

Disfungsi Ereksi Bisa Disebabkan Karena Jarangnya Frekuensi Berhubungan - doktersehatdotcom.blogspot.com


shutterstock_173019110 copy

Disfungsi Ereksi Bisa Disebabkan Karena Jarangnya Frekuensi Berhubungan

doktersehatdotcom.blogspot.com – Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian besar pria memiliki ketakutan berlebihan jika mereka mengalami masalah disfngsi ereksi. Hal ini dikarenakan penis yang tidak bisa mendapatkan ereksi dengan sempurna bisa mempengaruhi kualitas hubungan seksual pasangan suami istri. Terdapat beberapa faktor penyebab munculnya disfungsi ereksi pada pria; dari karena gaya hidup yang sangat tidak sehat hingga karena jarang melakukan hubungan seksual. Ya, jarang berhubungan seksual ternyata bisa berimbas bagi masalah disfungsi ereksi bagi pria. Bagaimana hal ini bisa terjadi?
Pakar kesehatan dr Nouval dari RS Premier Bintaro menyebutkan jika pria yang jarang berhubungan seksual tentu akan membuat jaringan erektil pada penis, jaringan yang bisa dipenuhi dengan darah dan menyebabkan ereksi, akan sangat jarang tersentuh aliran darah. Hal ini ternyata berpotensi membuat jaringan erektil ini rusak dan pada akhirnya membuat ereksi tidak bisa didapatkan. Yang menjadi masalah adalah, banyak pria yang mengalami penurunan gairah seksual bahkan saat usia muda mengingat kini kesibukan pria modern bisa membuat mereka semakin lelah saat pulang ke rumah dan tidak lagi bergairah untuk berhubungan intim. Meskipun begitu, pakar kesehatan menyebutkan jika resiko paling besar bagi pria untuk mengalami penurunan gairah seksual adalah setelah usianya melebihi 40 tahun.
Untuk menghindari masalah ini, pakar kesehatan menyarankan pria dengan rentang usia 30 ke atas untuk melakukan hubungan seksual setidaknya dua kali dalam seminggu sehingga resiko mendapatkan masalah disfungsi ereksi bisa diminimalisir.
Selain karena faktor penurunan gairah berhubungan seksual, disfungsi ereksi juga bisa disebabkan oleh faktor lain layaknya masalah pada saraf, gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh, masalah kejiwaan, atau bahkan penyakit diabetes. Satu hal yang pasti, pria dengan masalah disfungsi ereksi sebaiknya memeriksakan kondisinya ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan mendapatkan kembali kualitas kehidupan seksualnya.

Recomended View Post

loading...